Pengguna Facebook berbondong-bondong berhenti dari jaringan sosial itu karena masalah privasi dan takut kecanduan internet, menurut penelitian baru. Semakin banyaknya orang yang ikut ambil bagian dalam apa yang dijuluki sebagai ‘bunuh diri identitas virtual’ dan telah menghapus akun mereka. Analisa terhadap lebih dari 600 orang yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Vienna, menemukan bahwa isu-isu perlindungan data dan tekanan sosial untuk menambah teman juga menjadi salah satu alasan untuk berhenti. Pengguna lainnya menyalahkan pada dangkalnya percakapan, ketidakpuasan dan kehilangan minat pada situs itu.

Dibandingkan dengan sampel dari orang-orang yang terus menggunakan Facebook adalah orang-orang yang rata-rata lebih tua, dan lebih cenderung laki-laki. Alasan untuk berhenti dari Facebook terutama adalah masalah privasi (48,3 persen), diikuti oleh ketidakpuasan umum (13,5 persen), aspek negatif dari teman-teman online (12,6 persen) dan perasaan semakin kecanduan (6,0 persen). Brenda Wiederhold, editor jurnal Cyberpsychology, yakni Behavious and Social Networking, yang menerbitkan temuan itu mengatkan: “Karena adanya kisah-kisah seperti WikiLeaks dan laporan terkahir dari tindakan mata-mata oleh NSA, orang-orang menjadi semakin lebih waspada terhadap masalah privasi yang terkait cyber [Sumber: Mail Online]

Source: Religi