HTI Press. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Wilayah Sulawesi Tenggara telah mengadakan aksi pada tanggal 11 september 2013. Aksi penolakan Miss World ini berlangsung di Bundaran Mandonga dan long march sampai ke eks. MTQ Kendari. Syahrubudin (Ketua Gema Pembebasan Sultra) dalam orasinya menegaskan bahwa “Adanya ajang Miss World ini tidak lain hanyalah urusan bisnis, dimana tubuh wanita dijadikan eksploitasi atas keuntungan-keuntungan yang hendak mereka raup, yang tidak lain penyelenggara dari acara Miss World ini di backing oleh orang-orang kafir yang membenci Islam”, ditambahkan oleh orator selanjutnya Hasrin dari Ketua BKLDM UHO “Inilah Demokrasi, Kebebasan berekspresi didalamnya menjadikan wanita-wanita muslimah mau untuk di eksploitasi tubuhnya, padahal hakekatnya seorang wanita adalah mulia di sisi Islam”. Pada saat long march, peserta aksi meneriakkan yel-yel “Miss World; Tolak! Eksploitasi; Hentikan! Demokrasi; Hancurkan! Khilafah; Tegakkan! Takbir; Allahu Akbar!”, yang kemudian diikuti orasi beberapa orator dari berbagai Kampus. Aksi yang berlangsung selama lebih dari 2 jam ini diakhiri dengan pernyataan sikap dari Ketua BKLDK Wilayah Sultra.

Source: Religi