HTI Press. Muslimah HTI Mandailing Natal (MADINA) Sumatera Utara bersama Umat Islam menolak Indonesia menjadi Tuan Rumah Miss World 2013. Aksi diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus 2013, dilakukan secara simpatik dan damai. Aksi dikawal oleh jajaran kepolisian Madina. Didukung oleh tokoh masyarakat dan masa dari pondok pesantren Darul Azhar Jambur Padangmatinggi Madina, aksi berjalan lancar dari awal hingga akhir. Seruan “Tolak Miss World Ajang Eksploitasi Perempuan”, “Miss World Hina Islam dan Rendahkan Martabat Perempuan”, “Dukung Miss World = Dukung Kapitalisasi Perempuan”, dan “Selamatkan Perempuan dengan Syariah dan Khilafah” serta “Al Mar`ah Turid Khilafah Islamiyah” mewarnai sepanjang aksi. Aktifitas masyiroh yang baru pertama kali ini sangat mencuri perhatian masyarakat Madina. Kibaran Liwa dan Royah serta teriakan Takbir seolah membangunkan masyarakat dari “kebekuannya”. Para Tokoh turut berorasi seperti Hj. Aisyah (Nyai Ponpes Darul Azhar Madina), Ibu Liliana (Ketua MT Cemara Madina), Ukhti Syarkiyah (Mahasiswa dari Sibolga) dan Ibu Helmi (Dosen STAIN Padangsidimpuan) semua menyuarakan satu hal, “TOLAK MISS WORLD!”

Aksi dimeriahkan dengan teaterikal yang menggambarkan putri-putri dari negeri muslim sebagai peserta Miss World 2013, dengan hasil final peserta Indonesia menjadi pemenangnya. Namun setelah didakwahi oleh para pejuang Islam maka sang putri dengan kesadarannya mencampakkan semua atribut yang diraihnya dan turut berjuang mengembalikan kejayaan Islam agar perempuan dimuliakan. Allahu akbar.

Aksi ditutup doa dan penandatanganan pernyataan sikap oleh para peserta yang akan diserahkan pada Ketua MUI Mandailing Natal sebagai Ulama yang dibebankan Allah SWT kewajiban menjaga akidah umat.

Source: Religi