penyerahan cindera mata

HTI Press. Surakarta, 02 Agustus 2013, Delegasi Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II HTI Kota Surakarta bertandang ke kantor DPRD Kota Surakarta untuk menyampaikan aspirasi penolakan ajang miss world yang akan diselenggarakan di Indonesia bulan September mendatang. Delegasi yang terdiri dari Ketua DPD MHTI Surakarta dan beberapa anggota DPD II HTI Kota Surakarta, disambut baik oleh Ibu Reny Widyawati perwakilan komisi IV yang menangani bidang Pendidikan dan Pariwisata. Beliau membuka audiensi ini sekitar pukul 10.45 WIB, beliau membuka dengan pengamatan beliau terhadap isu Miss World yang berkembang saat ini, sejauh pandangan Ibu Reny Widyawati Miss World tidak memberikan manfaat sedikitpun bagi bangsa Indonesia, dan sependapat dengan pendapat MHTI Selama ini beliau setuju bahwa Miss World harus ditolak, selanjutnya Ibu Reny Widyawati mempersilahkan dari Muslimah HTI untuk menyampaikan aspirasinya.

Hal ini pun segera disambut oleh Nawang Ratri Anggraini dengan mengawali ucapan terimakasih kepada anggota dewan yang telah menerima kedatangan anggota MHTI. Selanjutnya, beliau mengungkapkan alasan penolakan MHTI terhadap Miss World, kenapa kami menolak ajang ini karena kontes ini merupakan kontes pencarian perempuan tercantik, ini sama halnya dengan eksploitasi tubuh perempuan. Meskipun ada kriteria 3B dalam penilaian para kontestannya, tapi dikatakan oleh Nawang Ratri Anggraini bahwa ini hanya stempel atau kedok semata untuk memuluskan terselenggaranya ajang kecantikan ini. Sejatinya yang dicari hanya kecantikan fisik semata. Meski cerdas tapi jika tubuhnya gemuk pastinya tidak akan lolos dalam ajang ini. Lanjutnya  karena ajang ini hanyalah  ajang  yang justru akan meng-impor budaya liberal yang akan berpengaruh negatif pada generasi kita. Generasi akan terpengaruh lifestyle hedonis dan liberal.

Menanggapi hal ini, ibu reni menyampaikan kesepakatan dengan apa yang disampaikan HTI bahwa tidak setuju jika Miss World diselenggarakan di Indonesia dan ajang ini sebenarnya yang dinilai adalah fisiknya, mencari orang yang sempurna fisiknya. Ajang lain seperti Miss Universe pun juga serupa bahwa mencari perempuan tercantik fisiknya. Beliau mengatakan bahwa ajang seperti ini tidak memberikan dampak positif bagi Indonesia. Dan untuk alasan meningkatkan pariwisata sungguh tidak beralasan, karena tidak ada perubahan signifikan terhadap angka kunjungan ke negeri-negeri penyelenggara Miss World, sambil berkelakar beliau berkata, “Saya lihat Miss World, dan tidak ada keinginan sedikitpun mendatangi Negeri penyelenggara”. Maka ditambahkan oleh salah satu delegasi MHTI Kafiyah Nikmah bahwa masih banyak yang bisa dikembangkan di Indonesia untuk menjadikan negeri ini layak dikunjungi, yang pertama peningkatan SDM dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu rujukan tempat menuntut ilmu, sebagai dulu Khilafah menjadi mercusuar ilmu sehingga banyak didatangi orang dari penjuru dunia, kedua pariwisata bisa dikembangkan dengan memperkenalkan jati diri bangsa yang sopan, santun, berakhlak islam, bukan malah meniru budaya asing. Di sisi lain kekayaan alam Indonesia masih bisa dikembangkan.

Dan dengan sedikitnya waktu yang masih tersisa menuju bulan september ini, menurut Ibu Reny Widyawati apapun masih bisa kita lakukan untuk menolak ajang ini. Harapannya, HTI terus melakukan berbagai upaya sehingga gaung penolakan miss world lebih terdengar lagi. Apalagi isu yang berkembang di Solo akan sangat berpengaruh terhadap isu nasional, maka isu ini harus lebih digaungkan, sehingga lebih banyak yang menolak. Beliau menyarankan untuk menyurati Menteri Pemberdayaan Perempuan. Dan beliau mencoba untuk menyampaikan kepada yang lain. Sebelum mengakhiri audiensi MHTI dan perwakilan Komisi IV DPRD Kota Surakarta menyatakan menolak Miss World diselenggarakan di Indonesia.


delgasi MHTI Menunjukkan tanda tangan tolak MW

Source: Religi