Muslimah HTIchannel berbagi rekaman jalannya agenda Muslimah Hizbut Tahrir pada hari Kamis 10 Oktober 2013. Roundtable Discussion Tokoh Perempuan bertempat di Ruang Anggrek Hotel Gren Alia Cikini Jakarta, yang berlangsung dari pukul 09.00-13.00 WIB, mengambil tema “Melawan Imperialisme AS terhadap Perempuan melalui APEC dan Rezim Pasar Bebas Asia Tenggara”. Event ini diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia bekerjasama dengan Central Media Office.

1. Pengantar Roundtable Discussion, Host memperkenalkan para panelis.

2. Ibu Pratma Julia, Ketua Lajnah Siyasiyah MHTI, menjawab pertanyaan Host; Apa itu APEC?

3. Ibu Fika Monika Komara, Central Media Office South-East Asia, menjawab pertanyaan Host; Sejauh mana peran ‘negara kuat’ di Asia Tenggara

4. Ibu Rachmi Hertanti, Direktur Riset dan Monitoring, Indonesia for Global Justice (IGJ), menjawab pertanyaan Host; Jaring-jaring [perjanjian/kesepakatan] seperti apa yang dibangun ‘negara kuat’ untuk ‘memangsa’ negara lemah.

http://www.mediafire.com/listen/fi43rn82dlnl1ra/4._Rachmi_Hertanti.mp3

5. Ibu Nida Sa’adah, S.E, M.Ak, Ketua Lajnah Khusus Intelektual DPP MHTI, menjawab pertanyaan Host; Bagaimana pendapat Ibu terkait pemerintah yang menyatakan bahwa ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

6. Ibu Pratma Julia, Ketua Lajnah Siyasiyah MHTI, menjawab pertanyaan; Mengapa Indonesia masuk jebakan tanpa daya?

7. Dr. Rini Syafri, Ketua Lajnah Mashlahiyah DPP MHTI, memberi penjelasan; Dampak keputusan APEC terhadap pemenuhan kebutuhan publik.

8. Ibu Nida Sa’adah, S.E, M.Ak, Ketua Lajnah Khusus Intelektual DPP MHTI, memberi Kritik Terhadap Solusi Kemiskinan yang Ditawarkan Pemerintah.

9. Ibu Rachmi Hertanti, SH, MH, Direktur Riset dan Monitoring, Indonesia for Global Justice (IGJ), menanggapi pertanyaan Host; APEC dan pemberdayaan perempuan.

10. Sister Sumayah Amar, Muslimah Hizbut Tahrir Malaysia, menjawab pertanyaan Host; Dampak liberalisasi di Malaysia.

11. Ibu Fika Komara, Central Media Office South-East Asia, menjawab pertanyaan Host; fakta perempuan di Asia Tenggara.

12. Pertanyaan 1, disampaikan oleh seorang bidan.

13. Pertanyaan 2, disampaikan oleh praktisi LIPI.

14. Pertanyaan 3, disampaikan oleh aktivis PPP.

15. Tanggapan Ibu Iffah Ainurrohmah, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir.

16. Jawaban Ibu Rachmi Hertanti, SH, MH, Direktur Riset dan Monitoring, Indonesia for Global Justice (IGJ), tentang pertanyaan terkait BPS.

17. Jawaban Ibu Nida Sa’adah S.E, M.Ak, Ketua Lajnah Khusus Intelektual DPP MHTI; Bagaimana melakukan pencerahan pragmatisme bahwa sudah terlanjur masuk.

18. Tanggapan Sister Sumayah Amar, Muslimah Hizbut Tahrir Malaysia; Seruan terhadap perempuan Asia Tenggara.

19. Jawaban Bu Pratma Julia, Ketua Lajnah Siyasiyah MHTI, atas pertanyaan; Lalu apa yang harus dilakukan perempuan saat ini dan kesimpulan oleh Host.

Source: Religi