Campur tangan Amerika lewat badan intelijen CIA nya di dunia Islam bukanlah isapan jempol . Meskipun sudah banyak diketahui umum, CIA untuk pertama kalinya mengakui peran mereka  dalam kudeta di Iran tahun 1953.

Seperti yang dilansir BBC online  (20/8) CIA merilis dokumen yang untuk pertama kalinya mengakui peran mereka dalam kudeta 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadeq, yang terpilih secara demokratis. Dokumen dirilis dalam National Security Archive dalam peringatan 60 tahun kudeta tersebut.

“Kudeta militer dilakukan di bawah arahan CIA sebagai tindakan dari kebijakan luar negeri AS,” kata salah satu kutipan.

Peran AS dalam kudeta, sebelumnya sudah secara terbuka disebut oleh Menteri Luar Negeri AS Madeleine Albright pada 2000, dan oleh Presiden Barack Obama dalam pidatonya di Kairo 2009.

Namun agen intelijen membantah keterlibatan mereka, kata editor dokumen tersebut, Malcolm Byrne.

Ini pertama kalinya CIA sendiri mengakui peran yang diambilnya bersama dengan lembaga intelijen Inggris, M16.

Byrne mengatakan dokumen ini penting tidak hanya menyediakan “fakta spesifik baru dan wawasan atas tindakan badan intelijen sebelum dan sesudah operasi”, tetapi karena “partisan politik dari semua pihak, termasuk pemerintah Iran, teratur menyulut kudeta”.

Minyak

“Tentara segera bergabung dengan gerakan pro-Shah dan siang hari itu sudah jelas bahwa Tehran, serta wilayah provinsi tertentu, dikendalikan oleh kelompok-kelompok pro-Shah dan unit Angkatan Darat”

Mossadeq terpilih pada 1951 dan dia dengan cepat menasionalisasikan kembali produksi minyak negara itu, yang telah berada di bawah kendali Inggris melalui Anglo-Persia Oil Company – yang kemudian menjadi British Petroleum atau BP.

Hal ini menjadi sumber kekhawatiran serius bagi AS dan Inggris, yang melihat minyak Iran sebagai kunci untuk pembangunan kembali ekonomi pasca-perang.

Perang Dingin adalah juga merupakan faktor dalam perhitungan.

Dokumen-dokumen menunjukkan bagaimana CIA mempersiapkan kudeta dengan menempatkan cerita anti-Mossadeq baik di media di Iran dan AS.

Kudeta memperkuat pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlevi – yang baru saja melarikan diri dari Iran menyusul perebutan kekuasaan dengan Mossadeq dan kembali setelah kudeta, menjadi sekutu dekat AS.

AS dan badan intelijen Inggris didukung pasukan pro-Shah dan membantu mengatur protes anti-Mossadeq.

“Tentara segera bergabung dengan gerakan pro-Shah dan siang hari itu sudah jelas bahwa Tehran, serta wilayah provinsi tertentu, dikendalikan oleh kelompok-kelompok pro-Shah dan unit Angkatan Darat,” tulis perencana kudeta Donald Wilber dalam satu dokumen tertulis.

“Pada akhir Agustus 19.. anggota pemerintah Mossadeq entah bersembunyi atau dipenjara.”

Shah kembali ke Iran setelah kudeta dan hanya bertahan hingga 1979, ketika ia digulingkan dalam revolusi  yang dipimpin Ayatullah Khomeini.

Melihat hal ini, adanya campur tangan Paman Sam dalam kudeta di Mesir menumbangkan Mursi, seperti yang diduga banyak orang bukan perkara mustahil. Meskipun saat  Amerika tidak memberikan komentar apapun, banyak pihak yang percaya Amerika berada di belakang disetiap pergantian pemerintah di Mesir, termasuk dalam kudeta militer terhadap Mursi . Mengingat begitu strategisnya posisi Mesir di mata Amerika Serikat dan hubungan yang erat antara milter Mesir dan Amerika. (AF)

Source: Religi