Sekitar 1300 warga sipil Suriah terbunuh akibat serangan senjata kimia di daerah Ghoutah timur. Seperti yang dilangsir http://www.middleeastmonitor.com (21/8), George Sabra, pemimpin Komisi Nasional Suriah menuduh pasukan pemerintah Suriah melakukan serangan senjata kimia terhadap warga sipil, menewaskan 1.300 orang di daerah Ghoutah timur, di pinggiran Damaskus.

Komisi  Nasional mengumumkan bahwa pasukan rezim juga menyerang wilayah Maliha Jobar, Mudameyet el Syam dan Darya di ibukota dengan senjata berat.

Khalid Mahmoud, seorang dokter di wilayah tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Kantor Berita Anadolu, bahwa banyak orang terkena dampak gas sarin. Para korban menunjukkan gejala sesak napas, muntah, pelebaran pupil dan kehilangan kesadaran. Dia meminta bantuan medis segera, karena kekhawatiran  korban tewas jauh lebih tinggi.

Aktivis di wilayah tersebut melaporkan bahwa penduduk terkejut dengan serangan itu. Daerah pemukiman dibom dengan roket yang membawa gas kimia dalam dini pagi ini, yang mengakibatkan kematian dan melukai setidaknya 3.600.

Meskipun rezim Assad – seperti biasa membantah melakukan serangan ini- namun mengingat trackrecord yang kejam dari Assad, sangat memungkinkan pelakunya adalah rezim Assad. (AF)

Source: Religi