Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Mujiyanto menilai penggunaan senjata kimia untuk membunuhi rakyatnya sendiri membuktikan bahwa diktator Suriah Bashar Al Assad makin frustasi.

“Bashar makin frustasi. Ia kehabisan akal hadapi para mujahidin. Ini indikasi pemerintah Bashar terdesak dan di ujung kekalahan,” ungkapnya kepada mediaumat.com usai aksi kecam kebiadaban thagut Bashar, Sabtu (24/8) di depan Kedubes Suriah, Jakarta.

Tanda frustasi itu bisa ditunjukkan dengan tidak adanya perikemanusiaan lagi, sehingga tega membantai dengan senjata kimia
pemusnah massal yang dalam sesaat menewaskan lebih dari 1300 rakyat yang mayoritas anak-anak dan perempuan.

Namun anehnya, lanjut Muji, Barat membiarkan kebiadabannya. “Coba bandingkan dengan Irak, belum terbukti Saddam punya pemusnah massal, Amerika menyerang Irak. Tapi ini sudah terbukti ada senjata kimia pemusnah massal, Amerika diam saja,” tegasnya.

Menurut Muji, diamnya Amerika sebagai bukti bahwa Amerika khususnya dan Barat pada umumnya restui kebiadaban Bashar. “Inilah sikap mendua Barat. Maka jangan percaya pada Barat. Mereka itu musuh. Saatnya khilafah ditegakkan!” pungkasnya. (mediaumat.com, 25/8)

Source: Religi