Menguatnya Islamophobia di Barat membuat sekolah-sekolah Islam menjadi target yang harus diawasi dengan alasan yang dicari-cari, apalagi kalau bukan dengan alasan mencegah terorisme dan membendung ekstrimisme.

Sebagai yang diungkap dalam laporan http://www.thesundaytimes.co.uk (29/9), para mantan agen MI5 telah direkrut untuk menindak apa yang mereka sebut sebagai ekstremisme di sekolah-sekolah.

Mereka mengklaim adanya bukti bahwa fundamentalis Islam berusaha untuk mengambil alih beberapa sekolah dasar.

Michael Gove, Menteri Pendidikan, telah memperingatkan bahwa “para orang tua yang berpotensi ekstremis” bisa secara masif mempengaruhi badan-badan yang beberapa sekolah yang memiliki sejumlah besar murid Muslim.

Dia telah mendirikan sebuah Unit “counterextremisme” di departemennya untuk menyingkirkan lembaga-lembaga pendidikan dan praktek-praktek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Inggris.

Tidak hanya itu, unit ini mempekerjakan dua mantan perwira intelijen dengan keahlian di bidang kontraterorisme, dua ahli akademik dan beberapa pegawai senior.

Gove mengungkapkan bahwa departemen-departemen lain melihat perlunya mendirikan unit pengawasan yang sama untuk memastikan dana publik dan lembaga-lembaga itu tidak disalahgunakan.

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan undang-undang untuk menangani badan-badan amal yang disalahgunakan oleh kelompok-kelompok yang dituding ekstremis.

Selama ini tudingan ekstrimis, fundamentalis, dan terorisme kerap kali ditujukan kepada umat Islam tanpa ada bukti-bukti yang nyata.

Tudingan itu memiliki tujuan politis untuk memaksa umat Islam tunduk kepada nilai-nilai kapitalis Barat dan mencegah generasi muda Islam terikat kepada Islam. (rz/af)

Source: Religi