HTI Press- Pasca-penyergapan terduga teroris yang menewaskan Suardi alias Pak Guru, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pihak keluarga mempertanyakan aksi tembak yang dilakukan aparat di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Selain menewaskan Suardi, aparat juga menangkap putra sulungnya AI (17), serta seorang lelaki J alias U (37). Saat istri Suardi ditemui di kediamannya Dusun Cebba, Desa Bila, Kecamatam Amali, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/10/2013), suasana duka masih menyelimuti.

Meski demikian, Ismawati (40), istri Suardi terlihat tegar menerima kenyataan yang menimpa suaminya. Sesekali Ismawati mengusap kepala serta memeluk kedua anaknya Iqbal (10) dan Cica (8) yang terus berada di sampingnya.

Saat ditanya perihal keterlibatan suaminya dengan aksi terorisme, Ismawati mengaku tak mengerti. Dia mengaku, suaminya tak pernah bepergian keluar pulau, meski rutin mengikuti pengajian setiap Kamis malam.

“Suami saya bukan terduga teroris tapi memang dituduh teroris, masak baru tuduhan sudah main tembak, kalau saya pribadi tidak terlalu bermasalah tapi kasihan anak-anaknya masih kecil-kecil, sudah dicap anak teroris. Padahal belum tentu benar bapaknya teroris atau bukan tapi saya yakin semuanya pasti ada hikmahnya,” kata Ismawati, sambil mencucurkan air mata dan memeluk kedua anaknya.

Ismawati pun kemudian meminta agar anaknya AI (17) segera dikembalikan kepadanya. Pasalnya, AI tidak pernah terlibat pengajian. AI kebetulan pulang berlibur ikut membantu ayahnya berkebun. Namun saat pulang dari kebun itulah suami dan anaknya disergap Tim Densus 88 Antiteror.[] (kompas/fm)

Source: Religi