Kekacauan yang terjadi di Mesir melahirkan simpati organisasi Islam dan pemuda di Indonesia. Mereka berdemo di depan Kedubes Mesir di Jakarta, mengecam aksi kekerasan pihak militer terhadap para demonstran Ikhwanul Muslimin.

Pada Jumat (16/8/2013) sekitar pukul 14.00 WIB, massa Hizbut Tahrir Indonesia mulai mendatangi kantor Kedutaan Besar Mesir di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Mereka membawa bendera hitam serta spanduk berwarna putih bertuliskan “Tegakkan Khilafah di Bumi Kinanah yang akan menyelamatkannya dari berbagai derita”.

Selain mengecam dan mengutuk aksi kekerasan di Mesir, mereka juga mengatakan jika Islam tidak bisa disandingkan dengan demokrasi. Selain itu, mereka menganggap kecaman yang diberikan AS terhadap aksi tersebut tidak serius.

“PBB dan AS menyikapi hal di Mesir dengan hipokrit. Mereka memandang ini sebagai demokrasi. Kalau Obama serius mengecam, dia pasti akan menurunkan militernya,” teriak orator dari atas mobil komando.

Sesekali orator meneriakkan takbir dan dsambut dengan para demonstran yang terdiri dari bapak-bapak hingga anak-anak kecil.

Aksi ini berlangsung dengan damai. Mereka pun menutup aksi dengan membaca doa pada para korban aksi di Mesir.

Tak lama berselang, sekumpulan pemuda yang menamai diri Bapora Partai Amanat Nasional (Bapora PAN) juga melakukan aksi damai dengan membentangkan spanduk serta bendera partainya.

“Kalau demo kita tidak digubris, kita akan meminta SBY memutuskan diplomasi dengan Mesir. Kalau perlu usir kedutaan ini dari Indonesia,” kata salah satu pelaku aksi, Guntur Setiawan pada wartawan.

Aksi ini berlangsung selama 20 menit dengan personil yang hanya 20 orang. Menurut Guntur, ini hanya uji coba dari pihak PAN atas tuntutan yang mereka ajukan.

“Ini test case awal. Kita mau lihat sejauh mana orang Mesir merespon aksi kita yakni menghentikan pembantaian di Mesir,” kilahnya. (detik.com, 16/8/2013)

Source: Religi