HTI Press. Kamis, 19 September 2013, tim Audiensi Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) DPD II Pamekasan yang terdiri dari 6 orang, termasuk ketua MHTI ustadzah Fatheya, S.Pd bersama ketua Aisyiyah kota Pamekasan yaitu Ibu Sri Agus Sumarlina dan ketua Persistri kota Pamekasan Ibu Hj. Syahriah diterima oleh ketua Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Pamekasan Drs. Muh. Ma’mun, SH.MH bersama anggota komisi D yaitu Bapak Zainal Abidin, A.Ma dan Bapak Jauhari Ma’mun. Tim audiensi MHTI didampingi tim rijal HTI yang dipimpin oleh Humas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Pamekasan yaitu ustadz Holid Syaifullah.

Ustadz Aang (lajnah khusus pengusaha) HTI Pamekasan mengawali membuka audiensi dengan mengenalkan HT sebagai kelompok dakwah yang beramar ma’ruf nahi munkar untuk memenuhi seruan Allah pada QS. Ali Imran ayat 104, dan merealisasikan hadits “man roa minkum munkaron ….” Dalam hal ini pelaksanaan miss world merupakan bentuk kemunkaran, sehingga harus disikapi dengan penolakan. HTI sebagai bagian dari ummat berkewajiban untuk menasehati penguasa dalam hal ini pengambil kebijakan agar penguasa tersebut menggunakan kekuasaaannya untuk mencegah kemunkaran yang tengah terjadi.

Ketua MHTI Pamekasan ustadzah Fatheya, S.Pd menyambung dengan memaparkan dasar dasar penolakan miss world. Beberapa poin dasar penolakan kontes Miss World adalah ;

  1. Bahwa kontes Miss World dan kontes sejenis merupakan kemaksiatan dan menyerang Islam,
  2. Merupakan eksploitasi tubuh dan kecantikan perempuan,
  3. Merupakan ajang pembodohan ummat karena menilai kepribadian seseorang hanya dari fisiknya,
  4. Merupakan salah satu proyek liberalisasi budaya,
  5. Upaya melanggengkan kapitalisme dan memuaskan kerakusan kapitalis,
  6. Salah satu upaya untuk membawa negara tunduk pada kepentingan korporasi asing

Ketika dipersilahkan untuk meneruskan, ust. Holid Syaifullah menyampaikan press release pernyataan sikap HT terkait penyelenggaraan miss world. Kemudian disambung pernyataan sikap penolakan serupa dari Ibu Hj. Syahriyah mewakili Persistri. Intinya sama, bahwa penyelenggaraan miss world adalah bentuk kemaksiatan yang harus digagalkan karena akan berdampak pada kerusakan moral generasi bangsa, dan dihapuskannya kontes tersebut dan kontes-kontes serupa di seluruh dunia.

Dalam sesi diskusi, tim rijal HTI menambahkan bahwa HT sudah melakukan beberapa langkah strategis untuk mengagalkan miss world diantaranya aksi masiroh/aksi long march dengan ribuan demonstran di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Yogya, Medan dan lain-lain. Selain aksi simpatik bertahap di seluruh Indonesia. Tim HT dan MHTI melakukan audiensi ke DPRD setempat di seluruh Indnesia setelah sebelumnya mengumpulkan tanda tangan dari masyarakat diberbagai daerah di indonesia yang digunakan sebagai bukti ketidak setujuan masyarakat dengan penyelenggaraan miss world ketika audiensi dengan DPR pusat.

Menanggapi berbagai pernyatan sikap dari HT, ketua Komisi D, Drs. H. Muh. Ma’mun, SH.MH sangat mendukung dengan langkah MHTI, bahkan sangat salut kepada HT dengan semangatnya untuk mencegah kemunkaran – kemunkaran yang akan terjadi dan sedang terjadi. Tanggapan lain dari bapak Jauhar ma’mun dari fraksi PPP komisi D menyampaikan sangat mendukung langkah HTI dan sangat banggga, karena disaat yang lain tidak perduli, HT masih perduli. Bapak Zainal, A.Ma dari fraksi PAN menyampaikan hal senada, menegaskan secara pribadi sangat membenci kontes miss world karena akibatnya kerusakan menyeluruh dan mendukung kepada MHTI dengan audiensi ini serta langkah – langkah HT yang sudah dilakukan.

Setelah beberapa saat berdiskusi permasalahan lokal Pamekasan. Audiensi di akhiri dengan pernyataan dari ketua Komisi D, bapak H. Muh. Makmun,SH. MH bahwa hasil audiensi akan direkomendasikan ke komisi VIII DPR RI Jum’at siang, yaitu keesokan harinya dan beliau menyatakan dukungan penuh secara institusi komisi D dalam upaya penolakan kontes miss world di Indonesia dan seluruh Dunia.

Source: Religi