Foto bersama kerabat kerja, semoga Allaahu Ta'ala mencatat amal baik kalian dan membalas dengan kebaikan yang tak terhingga baik di dunia maupun akhirat. Tetap Istiqamah brother…! Allaahu Akbar…!

HTI Press, Garut. Tepat tanggal 24 Syawal 1434 H atau 01 September 2013 hari Ahad, Hizbut Tahrir Indonesia DPD II kabupaten Garut menyelenggarakan Liqa Syawal bersama Ulama, Tokoh Masyarakat dan Umat. Acara yang sudah merupakan agenda rutin Hizbut Tahrir Indonesia ini bertujuan untuk menjalin lebih erat lagi sillah ukhuwah antara sesama umat Islam dan ulama di Kab. Garut. Sekaligus mengokohkan tekad untuk berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah. Acara yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Qurrota ‘Ayun kec Samarang Garut ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari para alim Ulama, asatidz, tokoh Garut, Perwakilan Ormas Islam dan perwakilan pesantren yang ada di Garut. Dengan mengambil tema “Bersama Ulama dan Tokoh memperjuangkan PERUBAHAN BESAR DUNIA MENUJU KHILAFAH”. Dalam kesempatan ini juga di hadiri oleh Kyai Abdul Karim sebagai Perwakilan DPP HTI dan Ust Luthfi Afandi dari HTI DPD 1 Jawa Barat juga didampingi pengurus HTI DPD II Kab. Garut yaitu Ust. Dindin Sholahudin dan Ust. Apit Parliman.

Acara yang berlangsung dari pukul 7:30 s/d 12:00 ini berlangsung cukup menarik. Diawali dengan pembukaan, Pembacaan ayat Qur’an bit-tartil, kalimatut-taqdim dari Shahibul Bait, Tayangan Video perkembangan dakwah Hizbut Tahrir sampai Dialog Interaktif. Yang lebih terasa hidup sepanjang acara, kalimat Takbir dari para peserta yang hadir memadati bahkan sampai meluber ke pintu aula, terus membahana menggetarkan Aula tempat acara tersebut berlangsung..

Terlebih ketika para Ulama yang memberikan testimoni dan mengisahkan awal mula beliau bergabung bersama Hizbut Tahrir, sebagian usia mereka ada yang telah sepuh, tapi ini tidak menjadi alasan bagi kurangnya semangat beliau untuk ikut berjuang dalam barisan para pengemban dakwah, diantara pemberi Testimoni tersebut ada KH. Abdallah Ulama Kec. Cigedug, KH. Syihabuddin, MUI kec. Cigedug, Ajengan Maad dari Ormas Muhammadiyyah, Ust. Ubun Bunyamin ketua Majelis Taklim Al-Hikmah Garut serta Ust. Supriyadi dari kalangan tokoh pemuda Garut.

Dalam Dialog yang dipaparkan Kyai Abdul Karim, beliau menekankan kewajiban Penegakan Khilafah adalah kewajiban bersama umat Islam, terutama para Alim Ulama. Beliau menyerukan agar para Ulama menjadi barisan terdepan dalam menyampaikan dakwah ini baik kepada khalayak umum, para pejabat bahkan sampai kalangan militer. Begitupun Ust. Luthfi Afandi dari HTI DPD Jawa Barat, memaparkan potensi besar dakwah Khilafah yang dimiliki Jawa Barat, beserta paparan kemajuan dakwah hizbut tahrir di wilayah Jawa Barat.

Acara dilanjutkan ke dalam sesi Tanya jawab dan ditutup dengan do’a. Selepas acara pun tak mau kehilangan moment, segenap kerabat kerja Liqa Syawal 1434 H, melakukan foto bersama dan dilanjut dengan Shalat Dzuhur Berjamaah. Alhamdulillah, acara telah berlangsung dengan sukses.. akan tetapi ini baru langkah kecil, ada tantangan selanjutnya yang harus terus dijalani setelah acara ini. Semoga Tetap Semangat dan Istiqamah. Allaahu Akbar…![]


Ust Luthfi Afandi dari  HTI DPD Jawa Barat
Kyai Abdul Karim dari DPP HTI
Para peserta Liqa Syawal serius menyimak paparan pembicara
6
Suasana Aula yang penuh sesak, bahkan sampai meluber keluar
Testimoni dari KH. Abdallah begitu menggugah semangat, usia beliau yang sudah lebih dari 80 tahun tak menjadi alasan untuk meninggalkan barisan pengemban dakwah Syariah dan Khilafah..
Ulama peserta Liqa Syawal
Gerbang menuju tempat acara
1

Source: Religi