sanitasi agust 3

HTI Press. Jember 17/8. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri dan masuknya mahasiswa baru 2013 Universitas Jember, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Link Kampus Jember menyelenggarakan kegiatan Liqo’ Syawal bagi komunitas mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas MIPA dalam sebuah forum bernama SANITASI (Studi Wawasan Islam bersama Intelektual Pendidikan dan Sains). Mengambil judul ”Spirit Kemenangan: Menjadi Mahasiswa Prestatif”.

Hadir sebagai pembicara ustadzah Sri Wulandari, S.Pd, (aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Link Kampus Jember) dan Ibu drh. Wuryanti Handayani, M.Si. (Pembantu dekan II Fakultas MIPA Unej). Dihadiri tidak kurang dari 60 orang peserta, forum yang dikemas dalam bentu talkshow ini menyajikan perbincangan yang segar dan penuh spirit Islam seputar dunia kemahasiswaan.

Pada kesempatan pertama, ustadzah Sri Wulandari, S.Pd, memaparkan tentang cara asyik menikmati kemenangan Ramadhan dengan cara menjaga “medali” Ramadhan yaitu predikat sebagai orang-orang yang bertaqwa. ustadzah Sri mengungkapkan bahwa substansi ibadah puasa Ramadhan adalah ketundukan pada aturan-aturan Alloh, di mana ketika sesuatu yang halal menjadi haram, kita semua ridho menaati aturan itu demi terjaganya puasa kita. Menurut beliau, ketundukan ini patut dilaksanakan secara istiqomah pasca Ramadhan dan menyuluruh pada berbagai aspek kehidupan, karena itulah yang menjadi goal dari ibadah puasa Ramadhan.

Pada kesempatan kedua Ibu drh. Wuryanti Handayani, M.Si. yang biasa disapa dengan panggilan Ibu Wuri, menyampaikan pesan penting kepada mahasiswa baru agar memaknai prestasi kuliah tidak hanya dari aspek nilai akademis, melainkan prestasi di hadapan Alloh SWT juga sebagai tujuan yang lebih utama. Menurut beliau standar minimal prestasi adalah seimbang antara urusan dunia dan akhirat, namun akan lebih baik juga porsi untuk Alloh SWT jauh lebih banyak daripada untuk kepentingan duniawi. Beliau berbagi tips dan trik untuk prestatif dunia-akhirat dengan cara mengimbangi kegiatan akademik dengan mengikuti kajian-kajian Islam. Beliau menghimbau agar para peserta istiqomah mengikuti forum SANITASI. Begitu pula beliau berbagi inspirasi bahwa di tengah-tengah kesibukan sebagai dosen, dekan dan ibu rumah tangga, beliau dengan semangat muda mengikuti pengajian sebagai pelajar Hizbut Tahrir Indonesia bersama intelektual-intelektual lainnya.

Di akhir sesi perbincangan, ustadzah Sri membangkitkan semangat para peserta untuk tidak menjadi mahasiswa biasa yang hanya terkungkung dengan kesibukan akademik, melainkan menjadi mahasiswa luar biasa yaitu Sholih, Smart dan Solutif. Menurut beliau, mahasiswi yang prestatif harusnya intelektualitasnya mengantarkan pada ketaqwaan pada Alloh SWT; intelektualitasnya juga menjadi solusi bagi persoalan umat, bukan malah seperti yang ada pada realitas saat ini di mana intelektual banyak membodohi rakyat, menyebabkan kerusakan, kemelaratan, kekacauan dan berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Di akhir acara disajikan ice cream party dan sebuah permainan yang melibatkan seluruh peserta dalam keriangan, keakraban, kekompakan dan semangat. Permainan tersebut mengandung ibroh bahwa jalan kebenaran akan senantiasa banyak godaan, maka kita harus fokus pada tujuan hidup kita beribadah dan hanya mendengar “bisikan-bisikan” yang mengarahkan pada ketaqwaan serta tidak menjadikan standar suara mayoritas sebagai standar kebenaran, karena memang orang-orang yang menyeru pada kebenaran tidaklah banyak dibandingkan pada orang-orang yang mengajak pada kemaksiyatan dan kemudhorotan.


sanitasi agust 1

Source: Religi