HTI Press. “Kuesioner ini tidak sesuai dengan misi mendidik generasi berakhlaq mulia karena menggunakan gambar vulgar dan ada kalimat yang kurang patut”. Demikian petikan pemaparan Kustyaningsih (koordinator LF/gugus kontak tokoh-hubungan luar MHTI Sleman), selaku jubir audiensi MHTI Sleman dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman terkait kuesioner penjaringan kesehatan anak sekolah lanjutan yang sering disebut kuesioner “alat vital” di kantor Dikpora Sleman, Senin (30/9). Delegasi MHTI Sleman terdiri dari Kustyaningsih, A.Md., Feftiani, S.Pd., dan Diana Rahmawati, S.T. bersama suami ustadz Hendy Sophian, S.T. diterima baik oleh pihak Dikpora diwakili oleh Halim Sutono, SH (Sekretaris Dikpora Sleman) dan Dra. Sri Wantini (Kabid. Kurikulum & Kesiswaan).

Lebih lanjut Kustyaningsih menyampaikan bahwa Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang merupakan agenda global, tidak bisa mengatasi persoalan perilaku seksual remaja, justru memicu keinginan remaja untuk mencoba, apalagi penyampaian KRR jauh dari penanaman taqwa. “Persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan perbaikan prosedur dan sosialisasi, tetapi harus dilakukan perombakan secara fundamental & sistemik sehingga didapati generasi unggul yangg berakhlaq mulia, jauh dari nilai liberal,” terang Kus.

Menanggapi hal demikian, Sri Wantini menuturkan bahwa program kuesioner ini berasal dari Kementerian Kesehatan bukan Dinas Pendidikan dan bertujuan untuk deteksi dini kesehatan anak didik, tidak disebarluaskan melalui media. “Kuesioner ini jika dibaca dengan utuh sebenarnya tidak porno hanya saja butuh pendampingan yang benar” kata Sri Wantini.

Dalam kesempatan ini, Kustyaningsih juga menyampaikan isi rilis jubir MHTI terkait kuesioner tersebut. Sekretaris Dikpora Halim Sutono berharap, HTI bisa terus berjuang di tataran tahap nasional sehingga kebijakan apapun di tingkat nasional bisa sesuai dengan aqidah Islam. Beliau juga akan menyampaikan pendapat Muslimah HTI Sleman kepada Kepala Dikpora dan Bupati Sleman. Audiensi serupa juga pernah dilakukan oleh MHTI Sleman ke Dinas kesehatan Sleman, Jumat (20/9). (ty-mmc/diy)

Source: Religi