Banyak bukti mengejutkan terkait pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Basyar al-Assad di Suriah, termasuk apa yang telah didokumentasikan oleh lembaga milik PBB. Namun sejauh ini tidak ada tindakan nyata untuk menghentikan itu semua. Sehingga hal ini membuat kecewa Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia, Navi Pillay.

Situs “islamtoday.net” (25/10) memberitakan, dimana Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia, Navi Pillay menegaskan bahwa sementara ini fokus aktivitasnya adalah pada masalah senjata kimia di Suriah, karena ada bukti baru yang mengejutkan terkait pelanggaran hak asasi manusia.

Pillay mengatakan, bahwa pihaknya terus memberikan dukungan kepada Dewan Hak Asasi Manusia, dan sejumlah mekanisme dalam masalah-masalah hak asasi manusia di seluruh negeri, termasuk situasi di Suriah .

Pillay dalam laporannya untuk Komisi Tiga Majelis Umum menambahkan bahwa “ketika akhir-akhir ini pihaknya lebih fokus perhatiannya pada penggunaan senjata kimia, maka Komisi Penyelidikan Suriah terus menemukan bukti-bukti mengejutkan terkait berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung di negara ini.”

Ia menegaskan bahwa “pertumpahan darah dan serangkaian kejahatan internasional yang didokumentasikan oleh komisi penyelidikan dalam waktu dua tahun kerja kerasnya, benar-benar menjadi bukti yang tidak terbantahkan.”

Sehingga ia sangat kecewa, bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia yang seharusnya menjadi jantung respon PBB untuk konflik ini, karena tahap awal di mana informasi tersebut sudah diberikan, itu seharusnya menjadi alat peringatan dini dan pencegahan.

Sungguh, kekecewaan akan terus menghantui siapa saja yang menginginkan kebaikan berdasarkan sistem demokrasi sekuleris. Sebab, kebaikan yang ditawarkannya hanyalah ilusi yang sulit diwujudkan dalam kehidupan nyata di dunia ini (bjr/islamtoday.net, 25/10/2013).

Source: Religi