Jeleknya penilaian publik terhadap anggota DPR, menurut Pengamat Sosial Iwan Januar, disebabkan banyaknya anggota DPR yang memiliki cacat moral dan terlibat kasus korupsi.

“Yang paling menonjol jelas kasus korupsi,” ungkapnya pada mediaumat.com, Kamis (19/9).

Malah, ungkap Iwan, mereka justru bertindak melawan arus perang terhadap korupsi. “Anggota DPR malah menentang pengetatan remisi bagi koruptor, atau ada juga anggota dewan yang malah begitu bersemangat melawan bahkan ingin membubarkan KPK,” imbuhnya.

Belum lagi kebiasaan membolos sementara mereka dipilih dan digaji oleh rakyat. Ini kian mempertegas bahwa anggota dewan memang sudah tidak bisa lagi dipercaya, alias pembohong.

Iwan menambahkan anggota dewan sudah melupakan konstituennya yang ketika masa kampanye justru dielus-elus dan diberi janji-janji ‘angin surga’. “Nyatanya? Nol. Pantas bila publik menilai mayoritas anggota dewan adalah pembohong,” pungkasnya.

Sebelumnya, hasil survei terbaru Indonesia Network Election Survey (Ines) mempublis masyarakat anggap 89,3 persen anggota DPR RI tukang bohong dan tidak jujur. (mediaumat.com, 19/9/2013)

Source: Religi