HTI Press. Tepat tanggal 1 September 2013, di akhir bulan syawal 1434 Hijriah, Muslimah DPD I HTI Jawa Barat mengumpulkan sekitar 700 tokoh muslimah dari berbagai daerah di Jawa Barat dan dari berbagai kalangan, baik kalangan mubalighah, guru, ormas, intelektual ,pengusaha dan lainnya di Graha Emerald Cimuncang Bandung. Acara Liqa Syawwal Tokoh yang mengangkat tema “Bersama Songsong Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah” ini dikemas dengan cukup apik dalam bentuk pemaparan materi, video, diskusi serta penyampaian pesan dan refleksi Syawal dari Muslimah HTI.

Sesi demi sesi para peserta tampak khusyuk menyimak seluruh pesan yang disampaikan. Ustadzah Ummu Salamah mengajak seluruh peserta merenungkan kembali tentang tujuan ibadah Ramadhan yang seharusnya melahirkan ketakwaan hakiki yang mewujud dalam sikap takut untuk melakukan hal-hal yang diharamkan dan kesiapan untuk tunduk pada seluruh aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Peserta juga diseru untuk terus memelihara spirit Ramadhan agar menjadi energy untuk melakukan perubahan di negeri yang masih banyak masalah ini.

Selanjutnya Ustadzah Rasyidah Munir memperjelas arah perubahan yang dimaksudkan yang tidak lain adalah melalui penegakkan institusi khilafah. Beliau juga mengingatkan bahwa modal perubahan sudah ada di tengah-tengah umat, yaitu kesadaran akan fakta kebobrokan kehidupan saat ini yang harus diperkuat dengan penyadaran tentang fakta ideal yang harus diwujudkan untuk mengganti kehidupan yang bobrok tersebut, yaitu kehidupan Islam dalam naungan Khilafah. Terkait dengan proses penyadaran inilah beliau menekankan tentang peran dan tanggungjawab tokoh umat dalam perubahan yang bukan hanya tuntutan melainkan merupakan kewajiban sebagai hamba Allah yang beriman.

Sementara itu dalam sesi diskusi peserta menyampaikan berbagai pertanyaan menarik seputar peran dakwah dan tokoh dalam perubahan dan dijawab dengan lugas oleh kedua pembicara dan Ketua MHTI Jabar serta Ustadzah Najmah Sa’iidah dari DPP MHTI. Terlontar pula pertanyaan seputar penyelenggaraan Miss world yang memang secara tegas dan massif ditolak HTI karena ajang ini sarat dengan kemaksiatan dan merupakan bentuk eksploitasi perempuan serta menjadi pintu untuk memuluskan agenda liberalisasi di negeri muslim terbesar ini.

Acara diakhiri dengan pembacaan pesan syawwal dari pimpinan Muslimah HTI pusat yang disampaikan oleh Ustadzah Najmah dan dilanjutkan dengan pembacaan narasi yang mengisahkan dukungan para tokoh umat terhadap perjuangan dakwah Rasul hingga kehidupan Islam pertama tegak di Madinah. Suasana haru makin terasa menyelimuti peserta, hingga dibacakan doa penutup oleh Ustadzah Indri Listianti.

Source: Religi