HTI Press. Masa perkuliahan tahun 2013 baru saja dimulai. Perubahan predikat dari “Siswa” menjadi “Mahasiswa” tentu membuat mahasiswa baru merasa bangga dengan identitas tersebut. Akan tetapi kebanggaan tersebut tidak didukung oleh pemahaman tentang pentingnya peran mahasiswa terhadap kemajuan bangsa. Mayoritas mahasiswa saat ini hanya menghabiskan waktunya untuk kuliah, pacaran, nongkrong, hura-hura, dll.

Permasalahan tersebut dibahas oleh Sri Bawani (Mahasiswa FMIPA Universitas Lampung, aktivis MHTI Chapter Kampus Lampung) dan Erlida Amnie (Mahasiswa FKIP Universitas Lampung, aktivis MHTI chapter kampus Lampung) dalam acara “Sharing Mahasiswa Bersama MHTI Chapter Kampus Lampung” dengan tema “Quo Vadis Mahasiswa Muslim?”. Bertempat di lapangan belakang Rektor Universitas Lampung, Minggu 08 September 2013. Dihadiri sekitar 30 mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Lampung, diantaranya Universitas Lampung, Politeknik Negeri Lampung dan IAIN Raden Intan Lampung.

Acara sharing dipandu oleh Iin Mustanginah. Sharing ini diawali dengan pembahasan tentang peran mahasiswa ideologis yang dipaparkan oleh Sri Bawani.

“Mahasiswa ideologis adalah mahasiswa yang bergerak atas dasar ideologi (Islam), memiliki peran untuk menjadi social control terhadap apa yang terjadi di masyarakat dan pemerintah, menyiapkan diri menjadi iron stock (cadangan) masa depan bangsa yang dapat memimpin umat menuju arah yang lebih baik, serta yang tak kalah penting untuk dilakukan sebagai mahasiswa ideologis yaitu wajib menjadi creator of change terhadap apa-apa yang tidak sesuai dengan Islam”.

Pembahasan dilanjutkan oleh Erlida Amnie yang memaparkan tentang peran media dan khobar dakwah.

“Untuk menjalankan peran mahasiswa ideologis sebagai social control, iron stock, dan creator of change maka harus didukung dengan pemahaman tentang peran media. Media merupakan sarana yang berperan penting dalam penyebaran informasi, baik informasi positif maupun negatif. Mahasiswa ideologis tentu tidak cukup hanya menggunakan media sebagai sarana pemberi informasi seputar dunia entertainment saja, tetapi harus semaksimal mungkin menggunakan seluruh sarana media (TV, radio, media cetak, FB, Twitter, dll) untuk semakin menyebarkan dakwah (seruan) kepada seluruh masyarakat guna membangun peradaban bangsa (kaum muslim) yang gemilang”.

Dalam sesi diskusi, beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta. Pertanyaan yang diajukan seputar kesulitan yang sering dihadapi ketika ingin menjadi mahasiswa ideologis dan bagaimana cara atau tips untuk menghadapinya.

Source: Religi