HTI Press. Jumat pagi, (27 September 2013) pengurus DPD 1 MHTI Sumatera Barat, yang dipimpin langsung oleh Ratna Hijriyah (Ketua DPD), bersama rombongan dari Lajnah Fa’aliyah Ice Yolanda, Setri Muharni dan Siska Resti diterima oleh Ketua Majlis Ta’lim Indonesia (MTI) Sumbar, Ibu Hj. Ratna Ridwan. Tim MHTI diterima di kediaman Beliau jln. pemancungan no. 19 RT 1 RW 6 Padang Timur Sumatera Barat.

Ibu Ratna Hijriyah menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan ibu Ratna Ridwan menerima tim. Ibu Ratna Ridwan mengaku senang dapat bertemu kembali dengan Muslimah HTI. Beliau berharap kunjungan seperti ini sering dilakukan untuk mempererat Ukhuwah Islamiyyah. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, karena beberapa kali berkesempatan menghadiri acara publik yang diselenggarakan oleh MHTI Sumbar. “Saya terharu dan kagum melihat perjuangan ibu-ibu muslimah HTI. Pemikirannya bagus dan sangat menyentuh”, ungkap beliau.

Di kesempatan itu, Siska Resti menyampaikan pentingnya mengembalikan peran ibu sebagai Ummu wa rabbah Al-bait. Terlebih menghadapi berbagai serangan kaum kafir yang tengah berupaya melemahkan fungsi keluarga dan mereposisi peran utama ibu sebagai pencetak generasi cemerlang. Barat menghendaki hancurnya benteng pertahanan terakhir kaum muslimin yaitu keluarga. Karenanya, Majlis Ta’lim Indonesia Sumbar diharapkan bisa bersinergis dengan aktifitas dakwah MHTI, aktifitas dakwah pemikiran. Ibu Ice menambahkan, Perempuan harus cerdas dan politis dalam menghadapi serangan budaya dan pemikiran Barat saat ini agar tidak terjebak kepada solusi yang keliru.

Ibu Ratna Ridwan menyatakan dukungannya terhadap aktifitas dakwah pemikiran yang dilakukan MHTI. Beliau berharap MHTI mau mengisi kajian Ibu-Ibu majelis Ta’lim binaan beliau. “Ibu-Ibu itu juga harus mendengar langsung apa yang Ibu-Ibu MHTI sampaikan kepada saya hari ini, InsyaAllah mereka akan mendapat pencerahan” tutur beliau. Terdapat lebih kurang 980 mesjid dan mushalla di Sumatera Barat di bawah binaan Majlis Ta’lim Indonesia Sumbar.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Ibu Ratna Hijriyah menyerahkan press release MHTI tentang miss world dan tulisan “kontes miss world dalam timbangan syariat. Bu Ratna Hijriyyah menyampaikan bahwa HTI konsisten menolak kontes miss world karena bertentangan dengan syariat Islam dan hingga saat ini masih melakukan serangkaian agenda untuk menjelaskan kepada umat bahaya di balik adanya kontes miss world.

Siska menegaskan bahwa Kontes kecantikan sejenis miss world dan lainnya adalah kemungkaran dan merusak masa depan generasi, harus ditolak. Adanya kontes miss-miss an hanya akan semakin memperparah kondisi keterpurukan moral dan mental generasi. Merupakan musuh bagi pencapaian target aktifitas dakwah, yaitu mewujudkan kesadaran generasi untuk kembali kepada Islam. Kontes miss world berbahaya karena mentransfer nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam. Sementara, kondisi generasi hari ini adalah generasi ‘peniru’, terjebak oleh hedonisme. Karenanya, bagi elemen masyarakat termasuk ORMAS yang menginginkan perubahan kondisi generasi, kontes semacam ini harus ditolak karena menghalangi lahirnya generasi khairu ummah.

Di akhir diskusi, Ibu Ratna Ridwan menyampaikan terima kasih telah diberikan produk dan meminta izin untuk memperbanyak tulisan tersebut untuk dibagikan kepada ibu-ibu MT. “InsyaAllah tulisan ini mencerahkan dan bermanfaat untuk Ibu-ibu. Sehingga mereka mengerti mengapa harus menolak miss world” ungkap beliau.

Source: Religi