Al-Islam edisi 672, 14 Dulqa’dah 1434 H – 20 September 2013 M

بسم الله الرحمن الرحيم

Sungguh Keterlaluan, Ruwaibidhah Syam Menjual Agama, Keluarga, Senjata, dan Perhiasannya demi Tetap Duduk di atas Kursi Doyongnya Satu atau Beberapa Jam!

Seruan demi seruan, susul menyusul, menuntut agar senjata kimia Suriah ditempatkan di bawah pengawasan internasional sebagai persiapan untuk dihancurkan… Pernyataan pertama datang dari John Kerry dalam konferensi pers dengan sejawatnya, menteri luar negeri Inggris, di London pada 9/9/2013, bahwa Bashar bisa menghindari pukulan militer jika dia menyerahkan simpanan senjata kimianya… Sebentar kemudian, Lafrov, menyatakan bahwa telah sampai ke telinganya tawaran John Kerry dan dia akan meyakinkan Suriah untuk menyetujuinya… Sekitar sejam kemudian al-Moalem, berdiri di depan jurnalis di Moskow dan mengumumkan atas nama rezim diktator Syam… Hanya beberapa jam berikutnya, menteri luar negeri Prancis, pada 10/9/2013, menyatakan akan menyodorkan ke Dewan Keamanan seputar topik ini di bawah pasal ketujuh… Beberapa negara pun segera menyetujui penghancuran senjata kimiawi, mulai dari Inggris, Jerman sampai Cina… Bahkan hingga Iran sekali pun telah mengumumkan sambutannya terhadap perkara ini… Semua itu mengungkapkan sejauh mana kepemimpinan Amerika terhadap orang-orang tersebut!

Begitulah, diktator (Bashar) menyetujui penghancuran senjata yang harganya dibayar oleh keringat umat, sehingga menjadi sia-sia seperti debu yang diterbangkan angin… Alasan pembenaran tindakan itu, yang dikutip oleh guru mereka di Moskow, adalah untuk melindungi darah masyarakat di Suriah dan menghalangi serangan militer Amerika… Namun alasan itu adalah kedustaan yang telanjang. Tuannya diktator (Amerika) dan kaki tangannya, telah menumpahkan darah tak terhitung jumlahnya, melanggar kehormatan, menangkapi ribuan orang dan mengusir jutaan orang dengan pesawat tempur, rudal, bom tandan, dan senjata kimiawi. Semua itu harus dibayar oleh umat dengan nyawa anak-anak untuk melindungi musuh mereka. Semua itu menjadi api yang membakar umat, dan sebaliknya menjadi keamanan dan kedamaian bagi musuh mereka. Sedangkan alasan menghalangi serangan, itu juga ucapan yang keliru. Negara yang kehilangan sebab-sebab kekuatan, lebih mungkin untuk diintervensi secara militer dari pada negara yang memiliki sebab-sebab kekuatan. Itulah faktanya. Dan perlu diketahui, jika Amerika telah mengambil keputusan menyerang Syam, maka boneka Amerika, diktator Syam, tidak akan berani menentangnya, hingga meski hanya angkat suara sambil menangis! Lebih dari itu, persetujuan diktator (Bashar) menyerahkan persediaan senjata kimiawi di bawah kekuasaan Amerika dan sekutunya untuk dihancurkan, berarti dia telah membuka pintu bumi Syam untuk dijamah. Beragam tim investigasi akan menjelajah Syam untuk mencari tempat-tempat penyimpanan senjata kimiawi, dan hal itu akan menuntut penjagaan oleh militer Amerika dan Barat. Begitulah, penyerahan senjata kimiawi oleh diktator tidak akan menunda intervensi militer jika kepentingan Amerika mengharuskan intervensi militer itu.

Wahai kaum Muslimin: keluarga Hafezh Assad dan Bashar telah melayani Amerika hampir setengah abad. Mereka menjaga kepentingan-kepentingan Amerika di kawasan dan menjaga keamanan negara Yahudi… Ketika masyarakat bangkit melawan diktator, Amerika dan sekutunya menyediakan untuk Bashar semua sarana pembunuhan dan kebengisan terhadap masyarakat, dengan harapan bisa memadamkan pergerakan mereka, tetapi dia tidak mampu… Lalu tuan-tuannya berpandangan untuk menggantinya dengan pengkhianat antek semisalnya. Mereka pun merekayasa dengan membentuk koalisi dan dewan. Berbagai usaha dikerahkan untuk memasarkan koalisi dan dewan mereka kepada masyarakat di dalam negeri, akan tetapi tidak berhasil. Teriakan masyarakat “hiya lillâh hiya lillâh (revolusi ini untuk Allah revolusi ini untuk Allah)“, “qâ`idunâ ilâ al-abad rasûlullâh Muhammad (pemimpin kami selamanya adalah Rasulullah Muhammad)“ dan takbir mereka yang terus meningkat dengan kuat…, semua itu telah menggetarkan peraduan mereka… Maka Amerika dan sekutunya terus memberikan tenggat demi tenggat bagi Bashar dan kaki tangannya untuk membunuhi dan bertindak bengis. Sementara koalisi buatan mereka di luar negeri mengerahkan usaha untuk meyakinkan masyarakat terhadap demokrasi, republik, dan negara sipil, akan tetapi gagal…

Setelah itu, Amerika mulai mengisyaratkan aksi militer sebagai persiapan untuk memaksakan pemerintahan pengganti antek dalam perundingan-perundingan Jenewa. Amerika akhirnya memberi tenggat demi tenggat bagi aksi militer, agar yakin bahwa invasi itu dapat menghasilkan ketundukan semua pihak untuk pergi ke Jenewa di bawah tekanan militer… Akhirnya, kadang kala Anda lihat Obama menyandang senapannya dan kadang kala ia letakkan kembali… Ia mengatakan, “Saya telah mengambil keputusan” kemudian ia kembali mengatakan, “Saya menunggu kongres…” Selama itu, dia mempelajari hasil-hasil serangan, apakah bisa menuntun ke arah Jenewa dan negosiasi atau tidak. Apakah bisa memaksakan anteknya duduk di pemerintahan atau tidak. Karena itu Obama menangguhkan pelaksanaan serangan.

Akan tetapi takbir-takbir kaum Muslimimin di bumi Syam membuat siapa saja yang akan pergi ke Jenewa untuk bernegosiasi dengan diktator menjadi berbalutkan duri. Sebab, siapa saja yang menerima duduk dengan diktator atau kaki tangannya, ia akan masuk dalam jebakan… Amerika dan sekutunya pun masih ragu bahwa hasil-hasil serangan militer bisa menuntun ke perundingan Jenewa. Karena itu, mereka memerlukan tambahan waktu dan tekanan… Mereka memang biasa memberi tenggat setiap kali perkaranya menjadi sulit. Akhirnya Kongress dan Senat memperpanjang diskusi dan menunda voting menunggu pengkondisian masyarakat dengan pembunuhan, kebengisan, dan isyarat intervensi militer agar mereka bersedia pergi ke Jenewa untuk bernegosiasi dengan diktator. Sebab, serangan yang direncanakan itu tidak dimaksudkan untuk serangan itu sendiri, akan tetapi agar diikuti dengan pemaksaan terbentuknya pemerintahan antek pengganti di dalam perundingan Jenewa. Amerika khawatir pemerintahan Suriah akan jatuh ke tangan kelompok-kelompok Muslim yang mukhlis, sebelum dia bisa menyiapkan antek-anteknya… Yaitu kelompok-kelompok yang tidak berada di pihak kaum kafir dan pendukung mereka… Kelompok-kelompok yang mengerahkan daya upayanya dalam mengusir Amerika dan sekutunya dari kawasan. Amerika juga khawatir atas keamanan anak asuhnya, negara Yahudi, yang berada dalam bahaya; bahkan kehancuran seluruh entitasnya menjadi perkara yang bisa dilihat… Karena itu mereka dipenuhi pikiran jahat untuk menghancurkan senjata terkuat di Suriah yang bisa membahayakan keamanan Yahudi; khususnya ketika mereka paham bahwa bonekanya, Bashar, tidak dapat lagi berperan efektif. Di pentas terbuka ini akan berlangsung episode-episode berikutnya yang dirancang Amerika, juga Rusia, bersama orang yang tunduk kepada mereka dan berkhianat kepada umatnya, yaitu diktator Suriah.

Wahai kaum Muslimin: kesulitan itu adalah batu ujian laki-laki. Lalu apakah setelah kesukaran ini masih ada kesukaran?! Sungguh Anda adalah umat yang agung, tidak tidur terhadap ketidakadilan. Anda mampu mengalahkan kaum Salibis dan menggilas Tatar kemudian kembali memimpin dunia… Di saat kaum Salibis dan Tatar menargetkan pembinasaan umat, ternyata umat ini kembali melakukan perlawanan; membebaskan Konstantinopel dan mengetuk pintu Wina… Yang demikian itu karena umat kembali kepada sebab-sebab kekuatannya, yaitu agamanya dan khilafahnya; sehingga umat kembali memimpin dunia, setelah musuh-musuhnya berangan-angan dapat mengalahkannya. Ketika itu umat bangun dari tidurnya dan menemukan apa yang dibayangkan musuhnya hanyalah mimpi… Lalu tidakkah Anda kembali kepada sebab-sebab kekuatan Anda, yaitu Agama dan Khilafah Anda? Maka ambillah untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai wawasan. Ketahuilah bahwa musibah itu jika menimpa, maka tidak akan hanya menimpa diktator zalim saja, akan tetapi juga menimpa orang-orang yang diam terhadap kezaliman mereka. Allah SWT berfirman:

﴿وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (TQS al-Anfal [8]: 25)

Imam Ahmad telah mengeluarkan di dalam Musnad-nya dari Mujahid, ia berkata: Maula kami telah menceritakan hadits kepadaku bahwa ia mendengar kakekku berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ، حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ، وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلَا يُنْكِرُوهُ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ، عَذَّبَ اللَّهُ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ