Hingga Agustus 2013, jumlah utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.177,95 triliun, naik dibandingkan akhir 2012 yang mencapai Rp 1.977,71 triliun. Menurut Kementeruan Keuangan, jumlah tersebut masih aman.

“Utang kita masih aman. Debt equity ratio 2013 masih rendah 23,4%. Dengan utang ini kalau negara yang alami krisis di Euro Zone hampir 100% utangnya jadi kita dinilai sehat utang kita,” ujar Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting.

Hal ini disampaikan oleh Loto saat ditemui di acara Peluncuran ORI010 dengan tema ‘Mangrove untuk Bumi Indonesia’” di Kawasan Eko Wisata Mangrove, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Loto menjelaskan, besaran utang tersebut dibagi-bagi dalam beberapa mata uang yang didominasi utang dalam rupiah sebesar 54,9%, disusul utang dolar 26,9%, yen 12,4% dan euro 2,8%, sementara 2,9% utang dalam mata uang lainnya.

Pada kesempatan itu, Loto menyatakan pemerintah Indonesia akan sanggup melunasi utang-utangnya tersebut. Hal itu karena pertumbuhan utang masih jauh lebih rendah dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Umumnya pertumbuhan utang dibanding PDB lebih lamban artinya kita dianggap mampu membayar, dari pembayaran bunga maupun ketika jatuh tempo,” kata Loto.

Hingga akhir Agustus 2013, utang pemerintah Indonesia naik menjadi Rp 2.177,95 triliun. Utang ini naik Rp 75,39 triliun dibandingkan dengan posisi Juli 2013.

Bila dibandingkan dengan utang di akhir 2012 yang sebesar Rp 1.977,71 triliun, utang pemerintah di Agustus 2013 naik. Secara rasio terhadap PDB total di 2012, utang pemerintah Indonesia berada di level 26,4% hingga Agustus 2013.

Jumlah utang pemerintah dengan denominasi dolar AS hingga Agustus 2013 mencapai US$ 199,37 miliar. Naik dibandingkan utang di akhir 2012 yang mencapai US$ 204,28 miliar. (detik FInance, 20/9/2013)

Source: Religi