HTI Press.Bandung- Walapun Presiden Obama batal datang ke Indonesia, tetapi agenda APEC pasti akan terus digulirkan. Demikian diungkapkan Humas HTI Jabar Luthfi Afandi, SH., MH di sela-sela aksi menolak APEC pada hari Jumat (04/10/13) di depan Gedung Sate, Bandung.

Menurutnya, disadari atau tidak, APEC merupakan forum yang sengaja dibentuk negara imperialis seperti Amerika untuk memuluskan penjajahan ekonomi negara Barat terhadap negara anggota lainnya. Melalui berbagai bungkus perjanjian, negara Barat memaksa negara miskin untuk bersaing dengan mereka secara bebas, ungkap Luthfi.

Akibatnya, menurut Luthfi, APEC akan menjadi jalan bagi penghisapan negara imperialis terhadap negara miskin. “Perlu diingat, Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi target imperialisme ekonomi Barat,” tegasnya.

Senada dengan Luthfi, Pengurus DPP Hizbut Tahrir, Dr. Arim Nasim mengatakan bahwa APEC itu ibarat pertandingan tinju tanpa klasifikasi kelas. Petinju kelas ringan dipaksa bertarung dengan petinju kelas berat. Maka sudah bisa dipastikan, pemenangnya adalah petinju kelas Berat.

Menurut Arim, Pemerintah Indonesia harusnya menyadari bahwa mereka akan menjadi bulan-bulanan negara imperialis. “Tak ada sedikitpun keuntungan yang didapat dengan bergabung dengan anggota APEC,” tegas Arim dalam orasinya.

Di hadapan sekitar 1000 orang peserta aksi, Dr. Arim menyerukan agar Indonesia segera keluar dari keanggotaan APEC.

Sebelumnya, pada Rabu (02/10/13) di Kantor HTI Jabar, Jl Jakarta 41, DPD I HTI Jabar dan Pimpinan Ormas Islam juga mengadakan konferensi Pers terkait dengan penyelenggaraan APEC dan rencana kedatangan Obama ke Indonesia. Hadir dalam Konferensi Pers tersebut Drs. KH Adam Anhari dari Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Jawa Barat, Ustadz Roinul Balad, pimpinan DDII Jabar, KH Ali Bayanullah Al-Hafizh, Ketua Forum Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Jawa Barat, juga Ketua DPD I HTI Jabar Ust. Muhammad Ryan, M.Ag dan Humas HTI Jabar Ust. Luthfi Afandi, SH., MH. Para pimpinan Ormas sepakat bahwa agenda APEC sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia.[] (La/Fa/Fm)

Source: Religi