HTI Press, Serang. Pelaksanaan sholat Ied Adha 1434 Hijriyah oleh DPD Hizbut Tahrir Indonesia Provinsi Banten digelar di halaman parkir Lottemart, Kota Serang, Banten, Selasa (15/10). Sekitar lima-ratusan jamaah turut serta dalam sholat Ied yang dipimpin KH Sachrowardi (sesepuh NU Kota Serang) dan khatib Ustadz Yasin Muthahhar (DPP HTI). Dengan khidmat, sejak pukul 06.00 warga dari berbagai wilayah di Kota Serang, Cilegon, Kabupaten Serang, dan Pandeglang ini berdatangan dan menempati tempat sholat yang disediakan panitia.

Sebelum pelaksanaan sholat, terlebih dahulu Ketua DPD I HTI Banten M Asfarin menyampaikan sambutannya. Sekitar 15 menit, sambutan singkat tersebut isinya menggugah jamaah untuk istiqomah dalam pengorbanan perjuangan. “Yakinlah, pengorbanan dalam perjuangan itu berbuah manis. Seperti halnya Nabi Ibrohim dan Ismail alayihi salam. Alloh subhanallohuwata’ala telah memberikan keduanya anugerah dari pengorbanannya,” ujarnya.

Asfarin juga mengulas mengenai keadaan Provinsi Banten yang saat ini pemimpinnya sedang tersandung masalah. Ia menegaskan, masalah tersebut adalah buah dari sistem kufur demokrasi yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat. “Andai saja Sultan Ageng Tirtayasa masih hidup, mungkin mereka menangis melihat Banten seperti ini. Kita sebagai cucu-cucu Sultan Banten harus segera menyadari bahwa Banten harus bersyariah. Menerapkan hukum Islam. Tentu saja dalam bingkai Khilafah Islamiyyah,” tegasnya.

Sementara itu, khutbah yang disampaikan Yasin Muthahhar mengingatkan jamaah akan pengorbanan yang dilakukan nabiulloh Ibrahim as dan Ismail as. Selain itu, Yasin juga mengulas mengenai keadaan kaum muslimin yang di berbagai tempat mengalami keterpurukan, baik dari sisi politik, ekonomi, bahkan sosial. “Ini akibat Islam tidak mewujud sebagai institusi, yakni Khilafah Islamiyyah. Khilafahlah yang sejatinya menjaga kaum muslimin dari berbagai penghinaan. Khalifah-lah yang menjadi perisai kaum muslimin,” tuturnya.

Pimpinan Ponpes Al Abqory Serang ini pun mengingatkan jamaah mengenai wajibnya seseorang tunduk pada syariah Islam. Jika tidak, maka penghidupannya akan sempit serta di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Alloh SWT menjadi buta. “Ini akibat mereka di dunia enggan berhukum dengan syariah Islam,” tegas Yasin sambil menyitir Surat Thaha 124.

Di akhir khutbahnya, Yasin juga menyampaikan bahwa kaum muslimin harus tetap optimis dalam keimanan dan keistiqomahannya terhadap Islam. Tetap berjuang menegakkan syariah dan khilafah. “Karena Alloh swt telah berjanji dalam firmanNya, akan memenangkan siapapun yang beriman dan beramal shaleh. Hingga Alloh menukar keadaan takut menjadi aman sentosa,” tuturnya.

Penyembelihan Qurban

Rabu (16/10), penyembelihan hewan qurban dilakukan di kediaman KH Sachrowarddi, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Qurban seekor kerbau ini berasal dari syabab di Kota Serang dan Pandeglang. “Semoga Alloh swt memberikan tambahan keberkahan atas qurban yang ditunaikan,” doa kyai sepuh yang biasa di sapa Kyai Wardi ini. []dadan/MI Banten

Source: Religi